Pengabdian Masyarakat : Ngajar itu “susah”


Baru nyadar ternyata udah 8 bulan saya ga nulis di blog, sebenarnya ada buaanyyaakk sekali cerita yang sangat layak untuk dibagikan(yakin lo?). Walaupun ga semuanya cerita yang menyenangkan, ada sedih, lucu, dan ada juga yang terharu. Bahkan pindah kost pun belum sempat saya ceritakan, padahal itu sangat layak untuk dibagikan. Heheheh. Di post kali ini saya kasih judul ‘Ngajar itu susah’. Ya, ngajar itu susah, dan itupun yang saya alami sekitar 20 hari yang lalu. Walaupun nanti judul nya akan sedikit tidak nyambung. Hehehe

Oke langsung saja, pengalaman mengajar tersebut adalah pada saat saya dipercaya untuk jadi salah satu asisten pengajar dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh kampus saya. Saat itu kampus tempat saya kuliah sedang melasanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk mengajar Bapak-Ibu guru TK dan SD (kebanyakan SD). Materi yang di ajarkan adalah Ms.Office(Word, Excel, Powerpoint) dan Internet. Yang datang lumayan banyak sekitar 60 guru dan kebanyakan ibu guru, bapak gurunya sedikit.

Nah, tibalah para guru ke kampus,  saya dan teman teman mahasiswa/i pun mulai mempersiapkan laboratorium yang akan digunakan nanti, di lain tempat para guru yang tadi sedang menghadiri acara pembukaan Pengabdian Masyarakat tersebut.  Terlihat juga para dosen dan pihak yang berwenang lainnya, berdiri rapi di depan pintu ruangan yang akan digunakan, sekedar memberikan salam kepada guru guru yang hadir pada saat itu.

Setelah acara pembukaan (pembukaan nya cukup singkat, sekitar kurang dari 30 menit), para bapak / Ibu guru pun mulai memasuki ruangan dan diarahkan oleh para dosen di kampus, dilanjutkan dengan dosen yang akan mengisi di laboratorium tersebut, dosen pun mulai memperkenalkan diri, beliau bernama Bapak Budha. Pada saat itu saya ditemani dengan 3 orang mahasiswa lainya. Materi pertama adalah Ms.Word, sebelum materi dimulai Bpk Budha sempat menanyakan tentang kemampuan mereka mengoperasikan komputer, agar beliau bisa menyesuasikan dengan kemampuan para pesera(Bapak/Ibu guru) yang hadir saat itu. Ternyata hasilnya beragam, maklum karena umur mereka beragam juga, hehe.

Pengabdian Masyarakat di Kampus. @maderakateja

Oke, materipun dimulai. Saya pun mulai bersiap – siap, memperhatikan para guru tersebut mengoperasikan komputer, ada yang masih ragu- ragu, ada yang toleh kiri toleh kanan, dan ada juga yang main game. Ya, main game. Mungkin dia sudah pintar mengoperasikan komputer, wajar karena dia terlihat lebih muda dari peserta yang lainnya. Karena ada yang terlihat bingung, saya pun mulai mendekat. “Ada yang bisa saya bantu pak? “, saya nanya. Tahu dia bilang apa, “Engga usah, saya udah bisa kok”, sahut bapak tersebut, dengan cueknya. Oh my goodness, pupuslah harapan ku. Rasanya campur aduk, marah, keseeell. Saya pun dengan cepat memperhatikan peserta yang lain nya, dan berharap ga kejadian lagi yang tadi. Saya ga mau terombang- ambing oleh ucapan bapak guru tadi.

Dan Kali ini saya menghampiri ibu guru yang cukup muda, sebenarnya tidak pantas kalau saya panggil ibu, karena dari tampang nya terlihat beliau berumur sekitar 25 tahun ke bawah. Saya perhatikan ternyata dia sudah lumayan pinter(Ya, lumayan lah dari pada yang lainnya). Hehehehe..

Oke. cukup sampai disini saja. *looohhh.? Cerita yg membosankan, tidak ada titik klimaks nya🙂

Sampai ketemu di cerita selanjutnya😀, maaf judul sangat tidak nyambung🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s