Bicara Soal Teknologi Bluetooth


Pada postingan kali ini saya mau berbagi soal  Bluetooth technology, hanya sebelum melanggaah ke tulisan selanjutnya. ada baiknya kita simak dulu 2 video berikut :


Kalau yang tadi videonya dari mas ganteng, sekarang giliran mbak cantik yang jelasin, hehehe🙂


Gimana videonya?🙂, semoga bermanfaat yya? Oh ya Untuk pengertiannya, Bluetooth Technology merupakan sebuah teknologi komunikasi tanpa kabel, yang beroperasi pada pita frekuensi 2,4 GHz dengan menggunakan sebuah frequensi hopping transceiver yang menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time. Bentuk dan fungsi Card Bluetooth itu sendiri hampir sama dengan  card yang digunakan pada WLAN (Wireless Local Area Network), hanya jangkauan pada teknologi bluetooth lebih pendek, dan kemampuan transfer datanya lebih rendah.

Sementara berdasarkan kamus besar http://id.wikipedia.org/wiki/Bluetooth

Bluetooth adalah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks atau PAN) tanpa kabel. Bluetooth menghubungkan dan dapat dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara peralatan-peralatan. Spesifiksi dari peralatan Bluetooth ini dikembangkan dan didistribusikan oleh kelompok Bluetooth Special Interest Group. Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 Ghz dengan menggunakan sebuah frequency hopping traceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara host-host bluetooth dengan jarak terbatas.”

Sedangkan untuk logo resmi Bluetooth itu sendiri adalah seperti ini

KEUNGGULAN TEKNOLOGI BLUETOOTH

Ada beberapa kelebihan  dari teknologi Bluetooth, antara lain :

  1. Bluetooth dapat menembus dinding, kotak, dan berbagai rintangan lain walaupun jarak transmisinya hanya sekitar 10 meter
  2. Bluetooth tidak memerlukan kabel atau kawat
  3. Bluetooth dapat mensinkronisasi basis data dari telepon genggam ke komputer
  4. Dapat digunakan sebagai perantara modem

KEKURANGANNYA

Selain mempunyai beberapa kelebihan, bluetooth juga akan tetap memilki kekurangan, kekuranganyya itu ialah sebagai berikut :

  1. Sistem ini menggunakan frekuensi yang sama dengan gelombang local area network yang standar • Apabila dalam suatu ruangan terlalu banyak koneksi Bluetooth yang digunakan, akan menyulitkan pengguna untuk menemukan penerima yang diharapkan
  2. Banyak mekanisme keamanan Bluetooth yang harus diperhatikan untuk mencegah kegagalan pengiriman atau penerimaan informasi
  3. Di Indonesia, sudah banyak beredar virus yang disebarkan melalui bluetooth dari handphone

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BLUETOOTH

Sejak terciptanya teknologi Bluetooth pada tahun 1994, teknologi tersebut telah banyak mengalami perkembangan. Perkembangan ini ditandai dengan beberapa versi dari teknologi Bluetooth tersebut.

  1. Bluetooth v1.0 dan v1.0B
    Versi pertama dari Bluetooth ini mengalami banyak masalah dan produsen mengalami kesulitan untuk menciptakan sebuah produk yang bisa saling berhubungan antara satu sama lain dengan benar. Versi 1.0 dan versi perbaikannya 1.0B bisa dibilang mengalami kegagalan.
  2. Bluetooth v1.1
    Pada seri ini, para pengembang berhasil melakukan perbaikan pada sebagian besar error yang ditemukan di versi 1.0B. Pada versi 1.1 ini terdapat tambahan mendukung non-encrypted channels dan Received Signal Strength Indicator (RSSI).
  3. Bluetooth v1.2
    Pada versi selanjutnya bluetooth mengalami banyak perubahan, bahkan bluetooth versi 1.2 ini tidak bisa digunakan dengan perangkat yang menggunakan bluetooth versi 1.1. Perkembangan bluetooth v1.2 antara lain:
  4. Bluetooth v2.0 + EDR
    Versi ini rilis pada tahun 2004 dan tidak kompatibel dengan bluetooth v1.2, hal ini dikarenakan pada bluetooth v2.0 menggunakan perkembangan baru yang bernama Enhanced Data Rate (EDR) yang berfungsi untuk mempercepat transfer data. Dengan adanya EDR ini, Bluetooth 2.0 memiliki kecepatan transfer hingga 2.1 Mbit/s. Selain itu EDR juga bisa menghemat konsumsi tenaga yang dibutuhkan bluetooth.

  5. Bluetooth v2.1 + EDR
    Fitur yang menonjol pada bluetooth v2.1 + EDR ini adalah adanya Secure Simple Pairing (SSP). SSP ini meningkatkan kemampuan “pairing” antar perangkat dan menambah sistem keamanan. Perkembangan lain dari Bluetooth v2.1 + EDR adalah Extended Inquiry Response (EIR), yang mana memberikan sistem filter yang lebih bagus sebelum melakukan koneksi antar perangkat.
  6. Bluetooth v3.0 + HS
    Versi 3.0 + HS ini muncul pertama kali pada 21 April 2009. Versi inilah yang banyak digunakan pada berbagai macam perangkat saat ini. bluetooth v3.0 + HS memiliki kecepatan transfer hingga 24 Mbit/s.
  7. Bluetooth v4.0
    Versi ini terbilang masih baru, rilis pada 30 juni 2010. Bluetooth v4.0 ini menonjolkan kemampuannya yang low energy. Perkembangan pada bluetooth v4.0 memungkinkan suatu perangkat untuk “highly integrated and compact”, kemampuan mencari atau membaca perangkat lain lebih mudah dan cepat, transfer data memiliki sistem keamanan lebih baik dan membutuhkan lebih sedikit tenaga.

PENGEMBANGAN PRODUCT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BLUETOOTH

Seiring dengan perkembangan teknologi Bluetooth, teknologi ini pun mulai dipakai untuk mengembangkan produk teknologi lainnya dengan menggunakan teknologi Bluetooth tersebut sebagai bagian terpentingnya, seperti yang dilakukan oleh 3 mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra [Lauw Lim Un Tung, Iwan Njoto Sandjaja, Stefanus Nico Harjanto]. Mereka mengembangkan  Mobile Robot yang dikontrol menggunakan teknologi Bluetooth,

Mobile robot ini mampu melakukan komunikasi bi-directional, proses sensoring, dan mengenali ID controller. Aplikasi mobile robot ini terdiri dari rangkaian controller dan mobile robot. Rangkaian controller terdiri dari komputer dan USB Bluetooth Dongle. Rangkaian mobile robot terdiri dari modul AVR, modul ultrasonic untuk sensor jarak, sensor kecepatan, modul EB500 (Embedded BluetoothTM500), dan driver motor. Pada pengujian yang dilakukan, mobile robot dapat dikontrol oleh PC melalui bluetooth hingga jarak 10 meter (open field) dengan kecepatan antara 5 cm/detik hingga 20 cm/detik. Sensor jarak ultrasonic mempunyai error rata-rata sebesar 1.52% dengan range 5-90 cm. Sensor kecepatan mempunyai error rata-rata sebesar ± 2%. Konsumsi arus EB500 sebelum terkoneksi 3 mA dan 33 mA sesudah terkoneksi.

sumber : disini

Oke, segitulah yang mungkin bisa saya share, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kalian.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s